Vincentian Journey
VINCENTIAN JOURNEY, siapa yang punya?
Jelas, St Louis 2!
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan didefinisikan sebagai proses mengubah sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Upaya pengajaran dan pelatihan tersebut meliputi 3 (tiga) hal, yaitu dalam hal kognitif (teori), psikomotor (praktik), dan afektif (sikap). Upaya tersebut tentunya juga diikuti oleh pengajaran tentang nilai-nilai kehidupan yang penting untuk diketahui dan dipahami.
SMA Katolik St. Louis 2 adalah salah satu lembaga pendidikan resmi di bawah naungan Yayasan Lazaris. Yayasan Lazaris ini bergerak di bidang pendidikan, dengan romo/ imam Kongregasi Misi (CM) sebagai nahkodanya. SMA Katolik St Louis 2 ini berlokasi di Jalan Tidar 119, berada dalam 1 (satu) kompleks dengan TK-SD Don Bosco, SMPK Santo Vincentius, dan SMK Katolik St. Louis.
Dalam hal pendidikan, SMA Katolik St. Louis 2 memiliki sebuah perjalanan yang khas, yang disebut sebagai VINCENTIAN JOURNEY. Mengapa dikatakan khas? Ada tiga titik perjalanan yang akan dilalui oleh peserta didik mulai dari awal berproses di SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya. Titik perjalanan itu dimulai dari jenjang kelas X, dimana peserta didik belajar mengenal diri sendiri, dan juga dikenalkan dengan nilai-nilai keutamaan Vinsensian. Disebut Vinsensian karena kami menghidupi semangat dari Santo Vinsensius, yang merupakan pelindung dari Yayasan Lazaris. Kesederhanaan, Kerendahan Hati, Kelembutan Hati, Mati Raga, dan Penyelamatan Jiwa adalah lima nilai keutamaan Vinsensian itu. Dalam upaya mengenali dan mencintai diri sendiri, serta nilai keutamaan Vinsensian itu, peserta didik difasilitasi dengan kegiatan Kampung Syukur/ Vinc_Camp.
Setelah mampu mengenali diri dan nilai keutamaan Vinsensian, perjalanan selanjutnya dari peserta didik di jenjang kelas XI (sebelas) adalah menghidupi nilai keutamaan Vinsensian itu di masyarakat. Upaya menghidupi nilai keutamaan Vinsensian itu dilakukan dalam bentuk kegiatan Live In. Kegiatan ini diwujudkan dalam bentuk tinggal bersama dengan orangtua asuh. Lewat kegiatan Live In ini, peserta didik akan mendapat bekal hidup bermasyarakat, baik itu dalam nilai budaya, sosial kemasyarakatan, dan masih banyak lagi.
Setelah mampu mengenali diri dan menghidupi nilai Vinsensian dalam masyarakat, perjalanan berikutnya adalah kembali pada diri sendiri, tetapi lebih berfokus pada rencana serta keputusan yang akan diambil setelah lulus dari jenjang SMA. Dalam titik ini, SMA Katolik St. Louis 2 memfasilitasi peserta didik dengan kegiatan retret. Lewat kegiatan retret ini, peserta didik yang sudah tiga tahun berproses bersama diharapkan akan lebih mudah untuk mematangkan pilihan yang akan diambil pada perjalanan pendidikan berikutnya.