Bagi saya, musik bukan hanya sekadar hobi atau hiburan, tetapi telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup sekaligus panggilan sebagai seorang guru seni. Melalui musik, saya belajar memahami keindahan, harmoni, dan cara mengekspresikan perasaan. Kecintaan saya mencakup musik modern yang penuh kreativitas serta musik tradisional yang kaya akan nilai budaya dan filosofi.
Setiap peringatan Hari Musik Nasional pada 9 Maret yang bertepatan dengan hari lahir Wage Rudolf Supratman, pencipta Indonesia Raya, menjadi pengingat bagi saya bahwa musik memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa sekaligus dalam kehidupan manusia.
Sebagai guru seni di SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya, musik menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, kepekaan rasa, dan kecintaan siswa terhadap budaya. Melalui proses belajar, berlatih, dan berkarya bersama siswa, saya tidak hanya mengajarkan musik, tetapi juga belajar dari semangat dan antusiasme mereka. Dari situlah saya menemukan inspirasi untuk terus berkarya dan membagikan kecintaan terhadap musik kepada generasi muda.
Hari Musik Nasional juga mengingatkan kita bahwa musik memiliki kekuatan yang melampaui sekadar bunyi. Musik mampu menyatukan perbedaan, membangun identitas, bahkan menggerakkan semangat kebangsaan. Dalam sejarah Indonesia, musik menjadi salah satu medium yang membangkitkan rasa persatuan dan cinta tanah air. Lagu-lagu perjuangan, misalnya, tidak hanya dinyanyikan sebagai hiburan, tetapi juga sebagai simbol harapan dan keberanian dalam memperjuangkan kemerdekaan.
Di lingkungan sekolah, musik memiliki peran yang tidak kalah penting. Musik membantu siswa belajar bekerja sama, melatih disiplin, serta menumbuhkan keberanian untuk mengekspresikan diri. Ketika siswa bermain musik bersama dalam sebuah band atau paduan suara, mereka belajar mendengarkan satu sama lain, menghargai perbedaan kemampuan, dan membangun harmoni. Proses ini sesungguhnya merupakan pembelajaran kehidupan yang sangat berharga.
Selain itu, musik juga menjadi jembatan untuk memperkenalkan kekayaan budaya bangsa. Indonesia memiliki beragam musik tradisional dengan karakter yang unik dari setiap daerah. Dengan mengenalkan musik tradisional kepada siswa, kita membantu mereka memahami bahwa budaya adalah identitas yang perlu dijaga dan diwariskan. Di tengah arus globalisasi, kesadaran ini menjadi semakin penting agar generasi muda tetap bangga terhadap warisan budayanya.
Bagi saya pribadi, menjadi guru seni berarti turut mengambil bagian dalam merawat kehidupan musik itu sendiri. Setiap nada yang dimainkan siswa, setiap lagu yang dinyanyikan bersama, dan setiap karya yang mereka ciptakan adalah tanda bahwa musik terus hidup dan berkembang. Tugas seorang guru bukan hanya mengajarkan teknik, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta terhadap musik sebagai bagian dari kehidupan.
Pada akhirnya, peringatan Hari Musik Nasional bukan hanya sekadar seremonial tahunan. Lebih dari itu, momen ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali peran musik dalam kehidupan kita—sebagai sarana ekspresi, sebagai media pendidikan, dan sebagai kekuatan yang mampu menyatukan manusia.
Sebagai seorang guru seni, saya percaya bahwa ketika generasi muda belajar mencintai musik, mereka juga sedang belajar mencintai kehidupan, budaya, dan bangsanya. Dan dari ruang-ruang kelas kecil di sekolah, semangat itu dapat tumbuh dan mengalun menjadi harmoni yang lebih besar bagi masa depan Indonesia.
Guru Seni Budaya SMAK St. Louis 2
Philipus Nery, S.Sn