SIAP RE-GENERASI TIM PMR/UKS SMA KATOLIK ST.LOUIS 2 SURABAYA GELAR KADERISASI

Unit Kesehatan Sekolah atau lebih sering disebut UKS merupakan salah satu program dari pemerintah guna meningkatkan pelayanan dan pendidikan kesehatan serta pembinaan lingkungan sekolah sehat bagi warga sekolah. Kegiatan UKS di SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya termasuk dalam kegiatan ekstrakulikuler yaitu PMR (Palang Merah Remaja). Dalam menjalankan program tersebut UKS/PMR SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya mengadakan kegiatan kaderisasi. Kaderisasi yang dilaksanakan oleh pihak UKS/PMR, diselenggarakan pada Jumat dan Sabtu, 20-21 November 2020 untuk kegiatan hari Jumat dimulai Pukul 15.00-18.00 sedangkan hari Sabtu mulai Pukul 08.00-12.00, kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta yang berasal dari kelas X dan XI melalui Zoom Meeting.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada kader-kader UKS/PMR seputar dunia kesehatan tentang “pertolongan pertama” kepada para siswa. Dengan diselenggarakan kegiatan kaderisasi ini, pihak UKS/PMR juga memiliki tujuan untuk melakukan regenerasi anggota-anggotanya. Regenerasi ini dilakukan agar para kader yang sudah berada di kelas XII agar lebih fokus untuk mempersiapkan pendidikan mereka kejenjang yang lebih tinggi serta memberikan kesempatan untuk kelas X dan XI menjadi anggota PMR.

PMR dari UKS SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya bekerja sama dengan pihak PMI Kota Surabaya. Adapun pemaparan materi tidak hanya dilakukan oleh kader-kader UKS/PMR yang kini sudah duduk dibangku kelas XI, namun juga berasal dari pihak PMI Kota Surabaya. Edi Lukito, merupakan intruktur dari PMI Kota Surabaya. Pembawaan yang santai tapi serius dalam memaparkan materi kepada para calon-calon kader UKS/PMR yang baru membuat para peserta (kelas X dan XI) antusias dalam mengikuti kegiatan tersebut. Pemaparan materi mengenai PMR berisikan tentang sejarah PMR, leadership, serta pengenalan akan berbagai macam kegiatan yang ada di dalam UKS beserta alat-alat serta obat-obatan yang disediakan oleh pihak UKS SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya. Tidak hanya pemaparan materi, calon kader UKS/PMR juga turut berpartisipasi dalam melakukan peraga pembalutan luka. “Serap ilmunya, gunakan ilmu itu untuk siap terjun langsung di tengah masyarakat”, kata Edi Lukito selaku instruktur dan narasumber dalam kegiatan kaderisasi kemarin.

Menurut Maura Violin selaku anggota kader UKS/PMR kelas XII mengatakan bahwa untuk setiap para calon anggota UKS/PMR harus memiliki niat disertai rasa tanggung jawab tinggi dalam menjalankan tugas yang diembannya nanti. Hal ini dikarenakan siapapun yang nantinya menjadi anggota dari tim PMR/UKS SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya memiliki peranan penting serta memegang tanggung jawab besar. “Ya, untuk adek-adek kaderisasi jangan main-main karena kalianlah tongkat estafet PMR/UKS akan dilanjutkan dan kalian juga akan memegang tanggung jawab besar, karena kalian juga berhubungan dengan keselamatan orang lain juga”, pesan Maura untuk para calon anggota Tim PMR UKS SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya.

WEBINAR BERSAMA ALUMNI USUNG TEMA “INSPIRASI MILLENIAL ABAD 21”

Bertepatan pada 6 November 2020, SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya mengadakan webinar. Webinar tersebut mengusung tema “Inspirasi Millenial: Kecakapan Hidup Abad 21”. Seminar ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XI dan XII. Kegiatan seminar ini dipandu oleh Ibu Bernadeta. C. Ariska, S. Psi. selaku Guru Bimbingan Konseling. Seminar di mulai pukul 07.45 hingga 09.45 WIB. Dalam seminar tersebut, pihak sekolah mengundang 4 orang narasumber. Para narasumber tersebut merupakan alumni siswa SMAK. St. Louis 2 Surabaya diantaranya adalah Shanon Maria Iskandar, S.Psi alumni tahun 2013, Hanesha Nithalya M, S.T alumni tahun 2016, Claudya Natania alumni tahun 2017 masih kuliah jurusan FKG di Unair Surabaya dan yang terakhir Joel Fredericko S alumni tahun 2019 masih kuliah di ITB Bandung jurusan Teknik Fisika.

Menurut Bapak Bernadus Widodo S.Pd. selaku ketua pelaksana, diadakan seminar Inspirasi Millenial memiliki 3 tujuan. Tujuan yang pertama adalah Sekolah memberikan pemahaman baru serta motivasi kepada siswa kelas XI dan XII. Hal ini dikarenakan selama proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pertemuan dengan para siswa minimal sehingga perlu beberapa kali untuk bisa mengembalikan motivasi belajar. Selain itu, lewat webinar tersebut mampu memberikan gambaran dan pandangan bahwa kualitas siswa yang lulus dari SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya banyak yang berhasil. Hal ini dianggap mampu memberikan dampak untuk para siswa kelas XI dan XII agar tingkat motivasi untuk belajar ataupun mengejar cita-cita bertambah serta terjalinnya sebuah hubungan yang semakin akrab dengan para alumni untuk saling belajar

Adapun materi yang dipaparkan tidak hanya motivasi, namun juga materi mengenai kecakapan hidup abad 21. Kecakapan ini memiliki kunci 4C. 4C tersebut terdiri dari Creating, Critical Thinking, Communication, serta Collaboration. Materi tentang kecakapan hidup abad 21 diangkat sebagai materi pembahasan seminar dikarenakan agar anak-anak bisa menguasai ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan pada abad 21 ini di dalam kehidupan masyarakat modern.

Seminar Inspirasi Millenial yang dilakukan secara virtual ini dilaksanakan dengan menanamkan nilai yang sederhana. Nilai tersebut adalah agar para siswa SMA Katolik St. Louis 2 mengetahui dan menyadari akan potensi yang ada di dalam diri masing-masing individu. “Para siswa semakin menyadari akan potensi yang ada di diri mereka dan harus dikembangkan”, Kata Bapak Bernadus Widodo S.Pd.

Dalam webinar tersebut, menurut Shanon Maria Iskandar, S.Psi. selaku salah satu narasumber mengatakan bahwa lebih baik pernah mencoba meskipun gagal tapi kita tahu bahwa itu bukan bidang kita. Dari pada tidak pernah mencoba dan gagal sehingga kita tidak akan pernah tahu potensi kita. “Karena biasanya orang gagal adalah orang-orang yang mau mencoba dan mau melatih dirinya” kata Shanon saat memberikan pesan kepada para siswa kelas XI dan XII. Seminar tersebut berlangsung selama dua jam dan disambut dengan antusias dari para siswa. Hal ini terbukti lewat banyaknya pertanyaan akan rasa ingin tahu mereka.

GERAK CEPAT LAKUKAN TINDAKAN PREVENTIF SMA ST LOUIS 2 SURABAYA ADAKAN SEMINAR BAHAYA NAPZA

Sex Education dewasa ini sangat diperlukan, terutama untuk kalangan anak-anak yang berada di masa pubertas. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat anak-anak mencari berbagai informasi untuk memenuhi keingintahuannya. Banyaknya informasi yang tersedia di berbagai platform media dapat dengan mudah diakses. Namun sayangnya, berita serta informasi yang diberikan tidak semuanya benar. Hal inilah yang membuat para remaja terjebak dalam pergaulan bebas. Berangkat dari fenomena tersebut, pihak sekolah mengadakan seminar berkaitan dengan Sex Education

Pada 17 Oktober 2020, SMAK. St. Louis 2 Surabaya mengadakan seminar tentang Sex Education yang ditujukan untuk para siswa kelas X. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan sekolah dibawah naungan UKS, Kegiatan ini dilaksanakan pukul 07.00-09.00 WIB. Pelaksanaan seminar Sex Education yang diadakan masih menggunakan pertemuan secara virtual. Pertemuan tersebut menggunakan platform media Zoom Meeting. Para siswa kelas X mendapatkan informasi mengenai Sex Education melalui narasumber yang berkompeten. Narasumber yang diundang dalam seminar Sex Education tersebut adalah dr. Surya Widya Jaya Budiman.

  1. Surya Widya Jaya Budiman merupakan alumni dari SMAK. St. Louis 2 Surabaya dan kini beliau bekerja sebagai dokter di Klinik Medika Holistik. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya pengetahuan Sex Education sangat penting diperkenalkan kepada para siswa kelas X. “Sangat penting sekali ya, karena kadang-kadang mereka kalau tidak tahu mereka akan mencari informasi yang sangat salah. Dengan kesalahan mereka itu akan menimbulkan tindakan yang salah juga” kata dr. Surya Widya Jaya Budiman. Menurut dr. Surya Widya Jaya Budiman adanya seminar yang disediakan oleh SMAK St. Louis 2 Surabaya merupakan wadah yang ‘excellent’. Hal ini mampu meminimalisir para siswa SMAK St. Louis 2 Surabaya mendapatkan informasi yang salah.

Menurut Ibu Yustina Putri, S.Pd. selaku koordinator UKS dan Guru mata pelajaran Geografi mengatakan bahwa siswa-siswi kelas X merupakan masa di mana anak-anak tersebut mulai memasuki masa remaja ke dewasa. Hal ini membuat mereka memiliki ketertarikan antar lawan jenis dan rasa ingin tahu yang terbilang tinggi. Selama seminar berlangsung antusias serta rasa ingin tahu para siswa kelas X dapat terlihat jelas melalui banyaknya pertanyaan yang diajukan. Adapun materi yang dibahas mengenai Sex Education adalah masa pubertas, pengenalan sistem reproduksi, sex bebas hingga penyakit yang bisa menyerang alat reproduksi manusia. Lewat seminar Sex Education yang diadakan oleh pihak UKS SMAK. St. Louis 2 Surabaya berharap agar para siswa informasi yang benar serta tidak lagi menganggap hal tabu mengenai sex dan lebih memiliki open minded.

Wadahi Rasa Ingin Tahu Siswa SMA Katolik St. Louis 2 Adakan Seminar Sex Education

Sex Education dewasa ini sangat diperlukan, terutama untuk kalangan anak-anak yang berada di masa pubertas. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat anak-anak mencari berbagai informasi untuk memenuhi keingintahuannya. Banyaknya informasi yang tersedia di berbagai platform media dapat dengan mudah diakses. Namun sayangnya, berita serta informasi yang diberikan tidak semuanya benar. Hal inilah yang membuat para remaja terjebak dalam pergaulan bebas. Berangkat dari fenomena tersebut, pihak sekolah mengadakan seminar berkaitan dengan Sex Education

Pada 17 Oktober 2020, SMAK. St. Louis 2 Surabaya mengadakan seminar tentang Sex Education yang ditujukan untuk para siswa kelas X. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan sekolah dibawah naungan UKS, Kegiatan ini dilaksanakan pukul 07.00-09.00 WIB. Pelaksanaan seminar Sex Education yang diadakan masih menggunakan pertemuan secara virtual. Pertemuan tersebut menggunakan platform media Zoom Meeting. Para siswa kelas X mendapatkan informasi mengenai Sex Education melalui narasumber yang berkompeten. Narasumber yang diundang dalam seminar Sex Education tersebut adalah dr. Surya Widya Jaya Budiman.

  1. Surya Widya Jaya Budiman merupakan alumni dari SMAK. St. Louis 2 Surabaya dan kini beliau bekerja sebagai dokter di Klinik Medika Holistik. Beliau mengatakan bahwa sebenarnya pengetahuan Sex Education sangat penting diperkenalkan kepada para siswa kelas X. “Sangat penting sekali ya, karena kadang-kadang mereka kalau tidak tahu mereka akan mencari informasi yang sangat salah. Dengan kesalahan mereka itu akan menimbulkan tindakan yang salah juga” kata dr. Surya Widya Jaya Budiman. Menurut dr. Surya Widya Jaya Budiman adanya seminar yang disediakan oleh SMAK St. Louis 2 Surabaya merupakan wadah yang ‘excellent’. Hal ini mampu meminimalisir para siswa SMAK St. Louis 2 Surabaya mendapatkan informasi yang salah.

Menurut Ibu Yustina Putri, S.Pd. selaku koordinator UKS dan Guru mata pelajaran Geografi mengatakan bahwa siswa-siswi kelas X merupakan masa di mana anak-anak tersebut mulai memasuki masa remaja ke dewasa. Hal ini membuat mereka memiliki ketertarikan antar lawan jenis dan rasa ingin tahu yang terbilang tinggi. Selama seminar berlangsung antusias serta rasa ingin tahu para siswa kelas X dapat terlihat jelas melalui banyaknya pertanyaan yang diajukan. Adapun materi yang dibahas mengenai Sex Education adalah masa pubertas, pengenalan sistem reproduksi, sex bebas hingga penyakit yang bisa menyerang alat reproduksi manusia. Lewat seminar Sex Education yang diadakan oleh pihak UKS SMAK. St. Louis 2 Surabaya berharap agar para siswa informasi yang benar serta tidak lagi menganggap hal tabu mengenai sex dan lebih memiliki open minded.

PAPARKAN KURIKULUM DAN KEGIATAN PARA SISWA SMAK.ST LOUIS 2 DALAM PERTEMUAN ORANGTUA/WALI MURID

Pada 24 Oktober 2020 SMAK. St. Louis 2 Surabaya menyelenggarakan pertemuan orangtua/wali murid peserta didik kelas X, XI, dan XII. Adapun total orangtua/wali murid yang turut menghadiri pertemuan tersebut berjumlah 219 orangtua. Pertemuan antara para orangtua/wali murid dengan pihak sekolah dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting pada pukul 07.30-09.00 WIB.

Pertemuan ini diselenggarakan dengan tujuan memberikan informasi berkaitan dengan kurikulum serta berbagai kegiatan para siswa selama tahun 2020. Penyelenggaraan pertemuan wali murid tersebut berisikan pemaparan visi dan misi sekolah, program sekolah, dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk membina para siswa SMAK.St. Louis 2 Surabaya.

Pemaparan materi Visi dan Misi sekolah yang disampaikan oleh Ibu Maria Rochati, S.Pd., M.Si. selaku Kepala SMAK. St. Louis 2 Surabaya. Hal ini disampaikan kepada orang tua untuk memberikan gambaran tentang tujuan sekolah dalam membentuk peserta didik yang dipercayakan kepada pihak sekolah.

Di bidang kurikulum, pemaparan materi disampaikan oleh Bapak Bernadus Widodo, S.Pd. selaku Waka Kurikulum. Pembahasan tentang teknis dari proses pembelajaran selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang dilakukan oleh bapak ibu guru. Proses pembelajaran serta penilaian dilakukan oleh pihak sekolah melalui Google Classroom, Zoom Meeting, Video, Google Form dan belajar mandiri. Selain itu, pihak Waka Kurikulum juga memberikan pemaparan materi berkaitan dengan proses kenaikan kelas untuk kelas X, XI, dan XII. Pertemuan tersebut juga membahas kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para siswa SMAK. St. Louis 2 Surabaya.

Melalui pemaparan kurikulum serta materi berkaitan dengan kegiatan para siswa yang keseluruhan kegiatan serta penilaian dilakukan secara online, beberapa orang tua/wali murid mengajukan pertanyaan mulai dari sistem proses belajar mengajar, pemberian tugas, ujian serta remedial dan keberlangsungan sistem pembelajaran di tahun mendatang. Menurut Bapak Bernadus Widodo, S.Pd. selaku Waka Kurikulum mengatakan “Kita melihat situasi dan kondisi serta kebijakan pemerintahan provinsi. Tetapi jika memang dari pihak pemerintah provinsi mengizinkan kegiatan sekolah berlangsung secara tatap muka, maka kita akan memulai kegiatan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan”.

CONCERN DALAM MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK PARA SISWASMAK ST LOUIS 2 SURABAYA ADAKAN EDUCATION FAIR VIRTUAL

Pada hari Sabtu (3/10) SMAK St. Louis 2 Surabaya kembali mengadakan kegiatan Pembukaan Edufair (Education Fair) yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan Edufair ini diadakan dari 3 Oktober 2020 hingga 14 Oktober 2020. Education Fair pada tahun ini juga dilakukan secara virtual yaitu melalui kanal Live Streaming Youtube. Pembukaan kegiatan tersebut ditandai dengan sambutan Kepala Sekolah Ibu Maria Rochati, S.Pd., M.Si dan Pemukulan Gong oleh Romo Martinus Irwan Yulius, CM selaku Ketua Yayasan Lazaris, kegitan tersebut berlangsung mulai pukul 07.00-10.30 WIB.

Menurut Bapak R. Dedy K. S.Pd. selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa Edufair yang diadakan oleh pihak sekolah SMAK St. Louis 2 Surabaya merupakan kegiatan atau acara yang bertujuan untuk memperkenalkan perguruan tinggi kepada para siswa. Perguruan Tinggi yang ikut bergabung dalam Edufair tahun ini antara lain Universitas Ciputra, Universitas Surabaya (UBAYA), Universitas Pelita Harapan (UPH), Universitas Katolik Soegijapranata, Tristar Institute, Universitas Ma Chung, Universitas Kristen Petra, Binus University, IKADO, iSTTS, UKDC, STIKES St. Vincentius a Paulo (STIKES RKZ), STIE Malang Kucecwara, Universitas Widya Mandala (WM), Universitas Widya Kartika dan Raffles Design Institute Jakarta. Kegiatan ini ditujukan khususnya untuk kelas XII. Kegiatan ini juga mampu menyasar kelas X serta kelas XI. Di mana mereka nantinya memiliki gambaran tentang perguruan tinggi dan setiap jurusan yang disediakan oleh kampus tersebut. Hal ini dapat dikatakan sebagai langkah awal mereka agar nantinya, mereka bisa menentukan langkah setelah SMA mau melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi dan jurusan apa.

Dalam pelaksanan kegiatan ini, Bapak Dedy juga mengatakan bahwa kegiatan Edufair untuk tahun ini berbeda, dilaksanakan secara virtual. Kegiatan Edufair Virtual merupakan bentuk concern dan kepedulian pihak sekolah kepada para siswanya terhadap dunia pendidikan.

Lewat kegiatan Edufair Virtual, pihak sekolah memiliki goal agar para siswanya tidak salah memilih perguruan tinggi serta jurusan yang disediakan. Dalam perencanaan dan pelaksanaannya kegiatan Edufair Virtual 2020 memiliki tantangan dan kendalanya sendiri. Menurut Bapak Dedy, kendala dan tantangan itu bisa dilewati dan diselesaikan dikarenakan para guru saling membantu dan saling memberikan dukungan selayaknya tim. “Kendalanya mungkin karena jaringan internet, tapi kita akan tetap memberikan yang terbaik untuk masa depan anak-anak ” tutur Bapak Dedy selaku ketua pelaksana Edufair Virtual 2020.

RESMI DILANTIK PENGURUS OSIS SMAK ST LOUIS 2 SURABAYA SIAP BERI GEBRAKAN BARU

SMAK St. Louis 2 Surabaya melaksanakan Pelantikan Pengurus OSIS tahun pelajaran 2020-2021 pada hari Jumat (2/10). Pelaksanaan pelantikan Pengurus OSIS SMAK St. Louis 2 Surabaya yang baru disaksikan oleh para siswa, guru dan karyawan melalui channel Youtube STLOUIS2. Dalam pelaksanaan Pelantikan Ketua OSIS beserta jajaran kepengurusan OSIS, kegiatan tersebut di buka dengan Misa Jumat Pertama (Misa Vincentius Day) yang dipimpin oleh Romo Gregorius Sandy D.K., CM.

Hizkia Verentino Pranoto (XI MIPA 1) ketua OSIS SMAK St. Louis 2 Surabaya. Hizkia beserta pengurus inti OSIS mengucapkan Janji OSIS. Janji tersebut merupakan tanda bahwa mereka sebagai OSIS akan menjalankan program-program yang dijanjikan serta bertanggung jawab dalam mengemban tanggung jawab yang sudah dipercayakan oleh para siswa SMAK.St Louis 2 Surabaya.

Siap menjalankan tugas sebagai ketua OSIS terlihat dari raut wajah Hizkia. Dengan lantang dia mengucapkan Janji OSIS tanpa keraguan. Langkah awal setelah Pelantikan Kepengurusan OSIS adalah dia akan melakukan pengakraban terlebih dahulu kepada para pengurus OSIS lainnya dengan cara virtual.

Dengan program unggulan yang Hizkia usung yaitu, “Technology in Cultural Diversity” mampu menghantarkan dia sebagai the next leader of OSIS SMAK. St Louis 2 Surabaya. Program ini semuanya berbasis teknologi menggunakan sistem virtual (online). Hal ini karena dianggap oleh Hizkia adalah suatu momentum dan bentuk dari adaptasi diri sebagai siswa yang dituntut tidak hanya menguasai materi pelajaran, tapi juga belajar untuk melihat peluang serta mampu meng-upgrade skill. Program-program yang diusung oleh Hizkia merupakan program yang muncul akibat keresahannya karena pandemi COVID-19 yang belum mereda.

Menurut Bapak R. Dedy K. S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Hizkia pantas mendapatkan kepercayaan para siswa SMAK St. Louis 2 Surabaya sebagai Ketua OSIS yang baru.

Hizkia merupakan siswa yang ulet, tegas, dan cekatan serta mampu bertanggung jawab atas semua tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Bapak Dedy juga menaruh harapan untuk para pengurus OSIS di bawah pimpinan Hizkia agar organisasi OSIS mampu outstanding menunjukan kekreatifan mereka meskipun di tengah pandemi COVID-19. “Semangat, terus lakukan kreativitasmu” pesan dari Bapak R. Dedy K. S.Pd. kepada seluruh pengurus OSIS baru.

SMAK ST LOUIS 2 SURABAYA RAYAKAN VINCENTIUS DAY

Setiap tanggal 27 September SMAK St. Louis 2 Surabaya selalu merayakan Hari Santo Vincentius. Kegiatan Vincentius Day kali ini dilaksanakan secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Secara Virtual pelaksanan perayaan Vinsentius Day secara virtual dikarenakan mengingat kondisi kota Surabaya yang belum membaik akibat pandemi Covid-19.

            Pada 19 September 2020 perayaan Vincentius Day dilaksanakan khusus untuk para siswa. Perayaan Vincentius Day ini mengusung tema “Joy in Adversity” di mana konsep acaranya berupa perlombaan seperti, lomba cerdas cermat, lomba mazmur serta short movie.

“Kita lebih ingin menggali karakter para siswa dan berpatok pada nilai-nilai Vinsensian” kata Paulina selaku Ketua Pelaksana. Perayaan Vinsentius Day pada tahun ini memiliki tujuan untuk menggali karakter para siswa dalam penerapan nilai-nilai Vinsensian melalui kegiatan perlombaan. Nilai-nilai Vinsensian tersebut meliputi, kesederhanaa, kelemah lembutan, kerendah hatian, mati raga serta penyelamatan jiwa-jiwa. Penyampaian nilai-nilai vinsensian tersebut disampaikan melalui perlombaan. Perlombaan tersebut menggunakan cara yang unik, menyenangkan dan mudah diikuti.

Dalam perlombaan yang dilakukan secara virtual, para siswa yang terlibat dalam perlombaan sebagai perwakilan kelas menggunakan platform media Zoom Meeting. Bagi yang tidak terlibat, para siswa dapat ikut serta memeriahkan perayaan Vinsentius Day melalui kanal Youtube secara live streaming. Meskipun perayaan Vinsentius Day tahun ini dilakukan serba virtual, gelak tawa, semangat serta antusias para siswa sangat terlihat pada setiap perlombaan.

            Perayaan Vinsentius Day yang kedua diselenggarakan serentak pada 28 September 2020. Dalam perayaannya, diadakan Misa yang diikuti oleh para guru, staff sekolah serta karyawan yang berada dalam naungan Yayasan Lazaris. Perayaan Misa meriah dilakukan dengan selebaran utama Romo Manuel Edi Prasetyo, CM dan konselebran Romo Tetra Vici Anantha, CM serta Romo Martinus Irwan Yulius, CM. Di pengujung acara terdapat pemberian apresiasi untuk para pendidik yang sudah mengabdi selama 10 tahun hingga 35 tahun. Perayaan Vinsentius Day di hari kedua juga dilakukan secara virtual yaitu melalui Live Streaming Youtube dan berlangsung secara khidmat.

Presentasi PCPDB Tahun 2021-2022 SMAK ST. LOUIS 2 Angkat Pendidikan Karakter

Pada Sabtu (19/9), SMAK St. Louis 2 Surabaya menjalankan agenda tahunan yaitu kegiatan promosi ke berbagai sekolah tingkat SMP di Jawa Timur. Kegiatan promosi ini dilakukan secara daring melalui platform Zoom Meeting. Pihak SMAK St. Louis 2 Surabaya melakukan kegiatan presentasi promosi sekolah kepada para siswa SMP Ronggolawe Tuban. Para siswa yang turut berpartisipasi dalam kegiatan kemarin merupakan para siswa yang masih duduk di bangku kelas 9. Kegiatan tersebut berlangsung mulai dari pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.

Saat presentasi, pihak SMAK. St Louis 2 Surabaya diwakili oleh Ibu Patricia Petronela Senga, S.Pd (Guru Bahasa Inggris) selaku narasumber dan Bapak Stefanus Ifut sebagai host. Dalam kegiatan tersebut Ibu Patricia mengatakan bahwa SMAK St. Louis 2 Surabaya tidak hanya mengutamakan pendidikan akademik namun juga disertai dengan pendidikan karakter untuk para siswanya. “Kalau kalian tertarik melanjutkan pendidikan di sekolah kita, di sini kalian juga akan mendapatkan berbagai macam pendidikan salah satunya pendidikan karakter.” Kata Ibu Patricia saat melakukan pesentasi kepada para siswa kelas 9 SMP Ronggolawe Tuban.

Dalam kesempatan tersebut Ibu Patricia mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan lewat nilai-nilai Vincensian (Kesederhanaan, Kerendahan hati, Kelemahlembutan, Mati Raga dan Penyelamatan Jiwa) beserta bentuk-bentuk kegiatan pembinaan Karakter seperti  Kampung Syukur, Live In dan Rekoleksi. Hal ini dapat membantu para siswa tersebut untuk mendapatkan pembentukan karakter manusia. Dalam pendidikan karakter diperlukan peran seorang pendidik yaitu guru.

Keberadaan teknologi memang mempermudah belajar para siswanya namun keberadaan seorang guru tidak dapat digantikan. Hal ini dikarenakan seorang guru memiliki peran untuk membentuk karakter para siswanya. “Pernyataan tersebut didukung dengan tagline yang melekat pada SMAK. St Louis 2 Surabaya yaitu, “Edu Care To Elevate”.

Belajar Demokrasi ditengah Pandemi

 
Pandemi COVID-19 melanda dunia, melumpuhkan banyak kegiatan bisnis, ekonomi hingga aktivitas di bidang pendidikan. Hal ini membuat banyak sekolah mulai beradaptasi untuk tetap eksis dalam dunia pendidikan. Selain itu, di era New Normal sekolah dituntut untuk kreatif dalam memberikan pengajaran, salah satunya tentang berdemokrasi.

Senin (7/9) kemarin, SMA St. Louis 2 Surabaya melakukan kegiatan tahunan yaitu Pemilihan Ketua OSIS periode 2020-2021. Pemilihan Ketua OSIS pada tahun ini dilakukan dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini dilakukan secara virtual melalui kanal Live Streaming Youtube. Menurut Bapak R. Dedy K. S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan kegiatan orasi secara virtual tidak memiliki kesulitan.  “Untuk kesulitan tidak ada, semua karena kita bekerja dengan tim jadi semua saling melengkapi” kata Bapak Dedy.

Tiga Kandidat Calon Ketua OSIS periode 2020-2021 adalah Hizkia Verentino Pranoto (XI MIPA 1), Paulina Merydika Cristabela (XI IPS 1), dan Lauren Galilea Layman (XI IPS 1). Mereka bertiga diberi kesempatan untuk melakukan pemaparan visi-misi secara virtual kepada para siswa SMA St. Louis 2 Surabaya.

Kegiatan ini di awali dengan berdoa dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan yaitu Indonesia Raya serta Hymne dari SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya, secara serentak dan disambung dengan pemaparan visi-misi hingga tanya jawab. Kegiatan ini memiliki sistem yaitu, dimulai dari para ketua kelas. Ketua kelas bertugas untuk mengumpulkan setiap pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditanyakan dari teman-teman sekelasnya. Semua pertanyaan yang sudah terkumpul akan dipilih. Pada hari- H pemaparan visi-misi, para ketua kelas inilah yang akan menjadi dewan perwakilan dari teman-temannya. Para siswa bisa mengikuti kegiatan ini dan mengetahu visi-misi dari para Kandidat Calon Ketua OSIS periode 2020-2021 melalui kanal Youtube ST.LOUIS2TV.

Banyaknya pertanyaan yang diajukan untuk para Kandidat Calon Ketua OSIS periode 2020-2021 merupakan bukti bahwa para siswa SMA Katolik St.Louis 2 Surabaya memiliki antusias yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan seperti pertanyaan yang diajukan oleh ketua kelas dari 12 IPS 1,“bagaimana program yang kalian ajukan bisa berjalan apalagi dalam situasi pandemi?” Pertanyaan ini mengarahkan jawaban berupa solusi apa yang akan para Kandidat Calon Ketua OSIS ambil. Selain itu, masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang menuntut pada bagaimana mereka nantinya selaku “The Next Leader” mengambil keputusan serta kebijakan-kebijakan lainnya.

Dalam kegiatan ini, semua siswa SMA Katolik St.Louis 2 Surabaya memiliki hak yang sama untuk memilih “The Next Leader” melalui Google Form yang sudah disediakan sebagai bentuk kotak suara. Pengumuman siapa yang akan menjadi Ketua OSIS SMA Katolik St Louis 2 Surabaya Periode 2020-2021 di umumkan pada pukul 15.00 WIB. Dari hasil pemilihan Ketua OSIS periode 2020-2021 adalah tongkat estafet Ketua OSIS diberikan kepada Hizkia Verentino Pranoto (XI MIPA 1) dengan perolehan 41% suara sedangkan untuk Paulina Merydika Cristabela (XI IPS 1) mampu mengantongi 23,3% , dan Lauren Galilea Layman (XI IPS 1) memiliki perolehan suara sebesar 35,7%. “Saya akan tetap merangkul kandidat lainnya, karena saya juga memerlukan masukan dari mereka” kata Hizkia Verentino Pranoto sebagai terpilihnya Ketua OSIS SMA Katolik St. Louis 2 Surabaya Periode 2020-2021.

Open chat
Halo...ada yang bisa kami bantu?